Bantai Persik, Arema Tantang Sriwijaya FC di Final Piala Indonesia

29/07/2010

Oleh: Mahdi Manshuri

Arema Indonesia berhasil maju ke final Piala Indonesia setelah membantai Persik Kediri dalam laga semifinal di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (28/7) dengan skor 4-0.

Sebagai juara Djarum Indonesia Super League (DISL) musim ini, Arema Indonesia berpeluang meraih double winners setelah mampu menumbangkan Persik Kediri dalam laga semifinal Piala Indonesia. Kesempatan ini muncul setelah anak asuh Robert Alberts bermain gemilang di babak kedua dengan mencetak empat gol. Pertandingan semifinal yang merupakan derby Jawa Timur ini harus dijaga tak kurang dari 2400 personil polisi.

Babak pertama pertandingan, kedua kesebelasan bermain dengan hati-hati. Singo Edan yang didukung puluhan ribu Aremania, bermain lebih menyerang, namun hingga peluit babak pertama usai, tak satu gol pun tercipta ke gawang Fauzi Toldo.

Usai wasit terbaik DISL 2009/2010 Oki Dwi Putra meniup peluit tanda dimulainya babak kedua, Njanka cs langsung tampil menyerang. Hanya butuh dua menit, gol pertama Arema pun lahir. Berawal dari sepak pojok, bola yang diterima Njanka langsung diteruskan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Irfan Aditya yang berdiri di depan gawang, cukup membelokkan bola dan gol. 1-0 untuk Arema.

Selang lima menit kemudian, pemain sayap kanan timnas Singapura Muhammad Ridhuan berhasil menggandakan angka setelah mencetak gol dari luar kotak penalti dengan tendangan canon ball yang tak sanggup diantisipasi Fauzi Toldo.

Skor 2-0 ini tak membuat Arema mengendurkan serangan. Bertubi-tubi serangan dibangun dari kedua sayap. Namun tak satupun gol tercipta.

Petaka bagi Persik muncul pada menit ke-80’. Noh Alam Shah yang mendapat umpan matang, membawa bola sendirian ke kotak penalti. Fauzi Toldo maju mencoba menghadang saat tepat di depan kotak penalti dengan terjangan kaki ke arah kaki Noh Alam Shah. Otomatis wasit Oki memberi peringatan keras berupa kartu merah kepada Fauzi. Persik yang harus bermain dengan sepuluh pemain pun masih harus menerima kenyataan bermain dalam sisa 10 menit tanpa penjaga gawang asli, karena pelatih Agus Yuwono telah  melakukan pergantian pemain sebanyak tiga kali. Wawan Widiantoro pun didaulat menjadi kiper dadakan.

Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Singo Edan dengan tambahan dua gol dari M. Fachrudin pada menit ke-88’ dan Rachmat Affandi saat injury time.

Dengan kemenangan ini, Arema Indonesia akan berjumpa dengan juara bertahan Sriwijaya FC di partai final yang rencananya akan di gelar di stadion Manahan Solo, Minggu, 1 Agustus 2010.


Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.