Mantan pemain timnas Perancis yang saat ini sedang menjalani tur pra musim bersama klub barunya itu masih tak terima karirnya di Chelsea harus berakhir dengan sangat memalukan.

Anelka harus berlatih dengan youth team dan dipaksa untuk pindah ruang ganti dari tim utama, sebelum ia memutuskan untuk hijrah ke Cina. Ia bahkan harus memarkir mobilnya di bagian tim reserve.
Anelka adalah salah satu pemain kunci dan kesuksesan Carlo Ancelotti di Premier League dan Piala FA, saat memenangkan dua kompetisi tersebut pada 2010 silam. Ia pernah menjadi top skorer Liga pada musim 2008-2009, dengan 19 gol.
Namun kedatangan Villas-Boas menggeser dirinya dan Alex, sang pelatih kabarnya tak akan menawarkan perpanjangan kontrak untuk keduanya. Anelka pun menyalahkan sang pelatih, yang membuatnya menyadari bahwa tidak ada teman sejati di sepakbola.
Berikut petikan pernyataannya di The Sun: �Saya seperti dihukum, karena harus bergabung dengan para pemain muda. Mereka bahkan menaruh peralatan saya di ruang ganti yang berbeda.�
�Suatu hari anda bisa mencetak gol dan melakukan apa yang anda bisa untuk klub tersebut, namun ketika anda pergi tak ada belas kasihan.�
�Oleh karena itu ketika anda menyatakan diri ingin pergi, anda harus melakukan apa yang harus anda lakukan dan tak perlu bersedih, karena tak ada teman dalam sepakbola.�
�Itu kenyataannya, sedih untuk diungkapkan tapi itulah kenyataannya. Sepakbola adalah olahraga yang kolektif, namun juga individual,� ungkapnya lagi.