
Hasil ini melengkapi rentetan mimpi buruk mereka dengan hanya mendapatkan satu poin dari 12 yang tersedia dan terpuruk di posisi ketujuh klasemen.
Jelas, bukan modal yang cukup bagus untuk tetap menjaga peluang mereka untuk mendapatkan satu posisi di Liga Champions musim mendatang.
Dalam pertandingan semalam, Arsenal sebenarnya tidak tampil terlalu buruk. Namun pertahanan kuat Bolton dan ketidak beruntungan –sekaligus hobi membuang buang peluang- membuat kedua tim harus puas dengan satu poin.
Di 15 menit pembuka, Arsenal tampaknya akan memenangi pertandingan ini dengan mudah. Mereka terus menciptakan peluang melalui Robin van Persie dan Aaron Ramsey mendapatkan peluang. Sayang, semuanya terbuang sia-sia.
Van Persie menjadi satu nama yang terus membuang peluang nyaris sepanjang pertandingan. Ia juga beberapa kali mencoba menjadi creator dengan bola-bolanya.

Bolton sendiri baru terlihat muncul di pertandingan pada pertengahan babak pertama. Saat peluang David Ngog berhasil ditepis Wojniech Szczesny yang tampil cukup bagus.
Skor tanpa gol terus bertahan hingga di babak kedua. Dan sudah waktunya Arsene Wenger memasukkan Thierry Henry.
Pengaruhnya tidak terlalu banyak. Peluang dan dominasi permainan tetap berada di anak-anak London Utara ini, tapi tetap tidak ada yang menemui sasaran.
Van Persie –lagi lagi- nyaris menjadi pahlawan. Tiang gawang kali ini menjadi penghalang peluang luar biasa bagusnya untuk melewati garis gawang.
Di penghujung pertandingan, justru Bolton yang punya peluang besar untuk menang. Serangan Mark Davies harus dihentikan dengan pelanggaran oleh Per Martesacker dan Szczesny. A clear penalty. Yang tidak diberikan wasit.
Dan Arsenal pun selamat.
Peluit panjang berbunyi. Hasil imbang tanpa gol tetap bertahan. Bukan hasil yang terlalu menggembirakan bagi kubu manapun.
Full Time. Bolton Wanderers 0. Arsenal 0.