Menembus Rivalitas Menyeberang Manchester

February 3, 2012 oleh Malvino Gladwin Mambu
Dilihat sebanyak 18 Kali

Seperti halnya klub-klub lain yang bertetangga, keduanya pun otomatis menjadi rival. Karena letak geografis yang cukup dekat, masyarakat setempat pun menjadi terbelah untuk memihak salah satu dari kedua klub tersebut. Rivalitas kian terasa tahun ini di Manchester, ketika City tiba-tiba memimpin klasemen sejak awal musim dan menjadi saingan terberat United.

Pada bursa transfer Januari kemarin,  nama Frederic Veseli resmi berpindah haluan dari Etihad Stadium ke Old Trafford. Sepakbola adalah olahraga yang unik. Kita bisa memuja seorang pemain, namun bisa berubah 180 derajat membencinya jika pujaan kita itu hijrah ke klub yang kita benci.

Tentu saja jangan berharap Veseli akan mendapatkan pujian ketika dirinya bertandang ke Eastlands dengan menggunakan seragam kebesaran The Red Devils. Itu tidak akan terjadi. Pemain muda Swiss itu akan menjadi salah satu incaran cacian suporter mantan timnya. Jika dia hijrah ke klub lain seperti Liverpool ataupun Real Madrid, mungkin tidak akan ada yang perduli. Namun menyeberang ke klub rival di Liga Inggris, bisa jadi dosa yang tak akan terlupakan sampai kapanpun di era suporter sepakbola modern.

Veseli bukan nama pertama yang pernah berganti baju dan hijrah ke klub tetangga, sebelumnya ada beberapa nama yang pernah menembus rivalitas dan menyeberang ke klub rival:

1. Brian Kidd

Kidd adalah nama yang paling tidak menghiraukan batas tersebut, dengan santainya ia bolak-balik menyeberang kesana-kemari. Kidd memulai karirnya pada 1964 sebagai pemain didikan United, tiga tahun kemudian ia menembus skuad senior dan bertahan 10 tahun di sana. Tahun 1974 ia hijrah ke Arsenal, dan hanya dua tahun ia kembali ke Manchester… City. Ia bermain selama tiga tahun di Eastlands, dan setelah berpindah-pindah ia pun resmi gantung sepatu di Amerika Serikat pada 1984 silam.

Ia kembali ke Manchester pada akhir 80an untuk menjadi pelatih youth team United, dan pada awal 90an ia mendampingi Sir Alex Ferguson menjadi asisten pelatih di Old Trafford. Sejak berpindah-pindah klub menjadi asisten, mulai 2009 silam ia kembali ke Manchester, namun untuk mendampingi Roberto Mancini sampai saat ini.

2. Denis Law

Setelah memulai karirnya di Huddersfield Town, Law bergabung dengan Manchester City pada tahun 1960 dengan memecahkan rekor transfer di Inggris saat itu dengan 55 ribu Pounds (jangan bandingkan dengan harga seorang Fernando Torres yang merupakan rekor transfer Inggris saat ini). Hanya setahun di sana, ia hijrah ke Torino pada tahun berikutnya. Dan kembali lagi ke Manchester – kali ini yang berwarna merah – setelah hanya satu tahun bermain di Italia.

Sembilan tahun berkarir di Old Trafford, ia kembali menyeberang ke City pada 1973 dan pensiun di sana setelah satu tahun bermain. Ia mendapatkan banyak penghargaan, termasuk European Football of The Year pada 1964. Yang menarik adalah pada 1974 di tahun terakhirnya bermain, ia mencetak gol cantik melalui back-heel dan mengirimkan United terdegradasi ke divisi dua.

3. Billy Meredith

Secara akumulasi Meredith mencetak 600 penampilan untuk dua klub Manchester yang pernah dibelanya. Ia menghabiskan 30 tahun karirnya bermain di dua klub tersebut yaitu pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Penyerang berdarah Wales itu mencetak lebih dari 100 gol saat membela City dalam kurun waktu 1894-1906, dan menjadi kapten tim itu saat memenangkan Piala FA pada 1904 silam. Ia akhirnya bergabung dengan United pada 1906.

Tercatat sejak 1906 sampai 1921 ia membela United, namun tak bisa mencetak gol sebanyak yang ia cetak ketika masih membela City. Akhirnya pada 1921 itu kembali bergabung dengan City dan bermain selama tiga tahun di sana sebelum menutup karirnya. Pada saat kembali ke sana, ia tak berhasil mencetak satu gol pun. Namun namanya tetap tercatat sebagai pencetak gol tersubur klub tersebut.

4. Peter Schmeichel

The Great Dane adalah salah satu pemain terbesar di Old Trafford, selama delapan tahun berkarir di sana ia menjadi faktor penting kesuksesan United. Puncaknya adalah ketika ia membantu United memenangkan Treble Winner pada musim 1998-1999. Ia pernah dianugerahi World’s Best Goal Keeper pada 1992 dan 1993, serta 1997 dan 1998 silam.

Selama di United ia berhasil memenangkan lima gelar Premier League, tiga Piala FA, dan tentu saja Liga Champion yang paling bersejarah saat mengalahkan Bayern Munich. Setelah itu ia hijrah ke Sporting Lisbon selama dua musim, dan kembali ke Inggris untuk membela Aston Villa pada 2001 silam. Setahun setelahnya, ia bergabung dengan Manchester City dan bermain selama satu musim sebelum akhirnya gantung sepatu.

5. Carlos Tevez

Sejak hijrah ke Old Trafford dari West Ham pada 2007 silam, Tevez seperti menemukan rumahnya. Ia berhasil memenangkan Premier League di musim perdana, dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi eksekutor di laga adu penalti pada final Liga Champion dramatis di 2008. Semuanya terlihat indah untuk Tevez di Theatre of Dreams, dan setelah memenangkan kembali Premier League setahun setelahnya ia memutuskan untuk hijrah ke tim tetangga.

Banner ‘Welcome To Manchester’ dengan gambar Tevez yang menggunakan baju City tentunya adalah ejekan untuk United. Pasalnya pada gambar tersebut, aslinya Tevez menggunakan seragam United, namun mereka menggantinya dengan baju City. Ia sempat menjadi pahlawan di City, membantu tim tersebut memenangkan Piala FA di akhir musim lalu. Namun kini ia pun dicaci oleh fans City, karena menolak untuk dimainkan pada pertandingan menghadapi Bayern Munich di babak grup Liga Champion musim ini.