The Toon Army berhasil melampaui perolehan poin Liverpool, tak hanya itu, mereka berhasil menyamai perolehan poin Arsenal – yang secara mengejutkan takluk dari Swansea di pertandingan setelahnya – dan membuka peluang untuk merangsek kembali ke empat besar.
QPR hanya mampu memperoleh dua angka dari 24 angka poin maksimal yang seharusnya mereka dapatkan, masalah pun kian terasa karena mereka hanya mampu mencetak 19 gol dari 22 pertandingan Premier League.
QPR tak pernah menang di sembilan pertandingan terakhir, bahkan kedatangan pelatih baru pun sepertinya tak mampu merubah nasib mereka. Mereka kini menjadi penghuni tetap zona degradasi.

Meski tampil tanpa Demba Ba dan Cheick Tiote, Newcastle tetap solid. Bahkan ketika Yohan Cabaye harus ditarik keluar karena tekel keras Shaun Derry, mereka tetap mampu menguasai jalannya pertandingan.

Kontribusi Hatem Ben Arfa yang masuk menggantikan Cabaye di menit ke-25 cukup membuat Alan Pardew puas, ia tampil cukup memuaskan di sayap kanan.
Tampil tanpa Joey Barton yang harus menjalani hukuman larangan bermain, QPR mampu mengeksplorasi absennya Tiote di lini tengah Newcastle. Meski tampil kurang meyakinkan, Heidar Helguson dan Akos Buzsaky sempat mengancam gawang Tim Krul.
Satu-satunya gol pada pertandingan ini tercipta di menit ke-37, Leon Best berhasil melewati Luke Young sebelum berhasil menggetarkan gawang Paddy Kenny.
QPR juga sempat mendapatkan peluang dari Jay Bothroyd, namun ia gagal menyarangkan bola ke gawang Krul.
Sampai akhir pertandingan, QPR tak mampu menyamakan kedudukan dan harus takluk (lagi) untuk kesekian kalinya.
Susunan Pemain
Newcastle: Krul, Simpson, Coloccini, Williamson, Santon, Ryan Taylor (Gosling 82), Guthrie, Cabaye (Ben Arfa 25), Gutierrez, Best (Perch 77), Shola Ameobi.
QPR: Kenny, Young, Gabbidon, Ferdinand, Hill, Wright-Phillips, Derry, Buzsaky (Macheda 76), Mackie, Helguson (Smith 65), Bothroyd.