Di akhir pertandingan, fans Wolves menyanyikan lagu ‘We Will Not Be Moved’ karena tiga angka yang berhasil diperoleh timnya di Loftus Road membawa Wolves lepas dari zona degradasi dan naik ke peringkat 17 klasemen sementara. Kemenangan ini terlihat dramatis, karena Wolves lebih dulu tertinggal oleh gol perdana Bobby Zamora di QPR. Bahkan hasil pertandingan itu tetap bertahan sampai turun minum. Baru di babak kedua, Wolves bisa mencetak gol melalui Matthew Jarvis. Kevin Doyle pun memastikan kemenangan Wolves, setelah mencetak gol penentu. Mark Hughes tentunya kecewa atas hasil pertandingan ini, setelah belanja panik yang dilakukannya pada bursa transfer Januari kemarin, timnya masih belum bisa tampil maksimal meski harus menghadapi lawan dari zona degradasi.

Zamora mencetak gol di menit ke-16, setelah menerima umpan cantik dari Shaun Wright-Phillips. Mantan striker Fulham itu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau oleh penjaga gawang Wolves, Wayne Hennessey.
Di menit ke-33, petaka terjadi. Kemarahan Cisse merugikan timnya. Ia sempat mencekik leher dari Roger Johnson karena kesal atas tekel keras pemain Wolves itu, namun wasit Mark Clattenburg langsung mengusirnya dari lapangan. Sebuah debut yang manis bermain di Loftus Road.

Satu menit setelah interval, Jarvis berhasil menyamakan kedudukan. Tendangan kaki kanan mendatarnya mampu menaklukkan kiper QPR, Paddy Kenny. Gol penentu kemenangan tim tamu dicetak di menit ke-71, tendangan Doyle tak mampu dihalau oleh Kenny.
Kekalahan ini tentunya membuat Hughes kecewa, namun Mick McCarthy kini bisa tersenyum puas atas penampilan timnya.
Susunan Pemain
QPR: Kenny, Young (Hall 65), Onuoha, Ferdinand, Taiwo, Taarabt, Derry (Traore 64), Barton, Wright-Phillips, Cisse, Zamora (Hulse 74).
Wolves: Hennessey, Stearman (Doyle 46), Johnson, Bassong, Ward, Foley, Frimpong (Ebanks-Blake 24), Edwards, O’Hara (Milijas 87), Jarvis, Fletcher.