1. Manchester City
Anak-anak asuhan Roberto Mancini ini sedang mencoba untuk membuktikan bahwa uang –ternyata- bisa membeli gelar. Setelah di musim lalu hanya mendapatkan Piala FA, kali ini mereka menjelma menjadi satu tim yang sangat mengerikan dan berpeluang emas juara. Berbagai tim mereka hempaskan dengan luar biasa. Termasuk yang paling terkenal: mengalahkan Manchester United 6-1 di Old Trafford.

Masalah internal (baca: Carlos Tevez) juga tidak terlalu mengganggu. Mereka punya cukup banyak bintang untuk terus menang dan menciptakan banyak gol. Hingga akhirnya, benturan muncul di akhir tahun. Kekalahan dari Chelsea dan hasil imbang dari West Brom membuat tim ini kini harus rela berbagi angka sama dengan tim sekota mereka di puncak klasemen. Still, 2011 is not a bad year for City.
2. Manchester United
Juara bertahan. Memasuki musim ini dengan penuh percaya diri dan meraih rentetan kemenangan mengandalkan para pemain mudanya. Namun laju United sempat terhenti saat dihantam City 1-6. Dilanjutkan dengan deretan permainan tidak meyakinkan – meski tetap menang.

Tapi perlahan tapi pasti, di tengah badai cedera yang seolah tidak mau berhenti mengganggu mereka, Manchester Merah mampu menunjukkan kelas mereka dan terus bersinar di akhir tahun ini. Selisih lima poin yang sempat bertahan lama kini sudah terpangkas, dan Wayne Rooney cs kini duduk bersama City di puncak klasemen, hanya kalah selisih gol. There’s nothing bad in that, eh?
3. Tottenham Hotspur
Satu lagi tim yang menjalani tahun 2011 dengan cukup gemilang. Setelah musim kemarin gagal menembus empat besar dan harus rela menjalani musim ini di Europa League yang akhirnya tersingkir juga- Spurs mengawali musim ini dengan tidak begitu meyakinkan.

Namun, Harry Redknapp kemudian menunjukkan sentuhan emasnya dan membawa Spurs terbang tinggi di klasemen dengan rentetan kemenangan dan permainan menyerang yang sangat menyenangkan untuk dilihat. Hasilnya? Tim London Utara ini melesat ke posisi ketiga klasemen di akhir tahun dengan satu pertandingan lebih sedikit dibandingkan tim lain. A really good half-a-year.
4. Chelsea
Ah. The Blues. Disebut-sebut sebagai calon kuat juara musim ini, tim dengan manajer muda mereka yang baru ini, Andre Villas-Boas, terdampar dalam permainan yang tidak konsisten hingga sejauh ini. Dalam hari baiknya, mereka bisa mengalahkan siapapun termasuk City- di hari lain? Bahkan Wigan sekalipun bisa menghentikan laju mereka.

Penampilan rollercoaster semacam ini jelas menjadi sebuah perjalanan yang kurang menyenangkan bagi fans Chelsea di manapun. Kematangan dan ketenangan mereka seringkali menghilang di musim ini. Dan upaya untuk meraih gelar pun semakin memudar. They could, and should, be better than this.
5. Arsenal
Ada sesuatu yang berbeda dari Arsenal musim ini. Jika biasanya mereka memulai musim dengan cemerlang dan kemudian berakhir menyedihkan setelah paruh musim kedua dimulai, musim ini tren yang terlihat justru sebaliknya.

Mengawali musim dengan sangat mengenaskan sempat dibantai United 2-8 dan terpuruk di peringkat 17 klasemen- Arsenal perlahan mampu bangkit. Dengan bantuan satu nama: Robin van Persie. Sang striker Belanda ini nyaris sendirian membawa The Gunners kembali ke jalur persaingan yang benar. Kini, mereka kembali terlihat berbahaya meski tetap beberapa kali terpeleset di saat-saat genting. A typical Arsenal year.
6. Liverpool
Sempat menjadi perdebatan apakah tim Merseyside Merah ini masih layak untuk ikut dibahas. Akhirnya for the sakes of characters- Liverpool masuk sebagai tim terakhir.
So, hows their year? Just like any middle club year in EPL. Tidak bertanding di kompetisi Eropa manapun ternyata tidak berpengaruh banyak pada anak-anak asuhan Kenny Dalglish ini. Mereka tetap terlihat kesulitan untuk mencoba mendobrak ke papan atas dan merebut kembali posisi big 4 yang sering dibangga-banggakan.

The Reds memang tidak sering kalah. Namun hasil imbang mereka sudah memasuki level mengkhawatirkan. Termasuk juga saat bermain di Anfield, di mana kiper tim lain seringkali mendadak mendapat kekuatan tambahan dan tampil luar biasa. Mereka juga akrab dengan tiang gawang sejauh ini. Striker termahal mereka juga masih betah duduk di bench. Dan striker andalan mereka kini sedang bermasalah dengan FA.
Chaotic? More or less. But they still on the big 6 and making it into this article!
Happy New Year!