• berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion

Saat Kehancuran Inggris di Eropa Semakin Mendekat

Perjuangan para wakil Inggris di Eropa sedang berada dalam tahap yang menyedihkan. Arsenal -meski secara heroik- sudah terlempar dari persaingan Liga Champions. Manchester United dan Manchester City sudah pamit duluan, meski akhirnya masih berpeluang di Europa League.

Pertengan pekan mendatang, Inggris akan menghadapi nasib mereka di Eropa. Ketiga wakilnya harus mampu bangkit dari ketinggalan di agregat dan -sedikit banyak- butuh keajaiban untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Bagaimana peluang mereka untuk mencegah keruntuhan dominasi Inggris di Eropa?

Chelsea

Satu-satunya wakil yang tersisa di Liga Champions. Dan yang berada dalam kondisi paling parah. Tertinggal 1-3 dari Napoli membuat Chelsea punya gunung yang cukup tinggi untuk ditaklukkan. Tidak terlihat mustahil memang, namun melihat apa yang terjadi di The Blues belakangan, bisa dimengerti jika banyak pihak pesimistis.

Secara mendadak -meski bukannya tidak terduga- manajer muda mereka, Andre Villas-Boas, dipecat. Kini sang asisten, Roberto di Matteo, duduk di kursi panas. Ujian pertama berhasil dilewati. Tapi ajangnya 'hanya' Piala FA dan lawannya adalah Birmingham City -penghuni divisi Championship.

Peluang mereka menaklukkan Napoli? Sangat berat. Bukan mustahil, namun rasanya Chelsea lebih baik fokus pada perebutan satu posisi di Empat Besar EPL saja.

Manchester United

Menyedihkan. Mungkin itu kata yang tepat dilabelkan pada Manchester United di Eropa musim ini. Setelah terbuang secara memalukan di babak penyisihan Liga Champions dari grup yang relatif mudah, perjalanan Europa League mereka pun jauh dari menjanjikan.

Berawal dengan tampil sangat pas-pasan saat menghadapi Ajax Amsterdam -dan entah bagaimana masih membawa pulang kemenangan 2-0 dari Belanda- United langsung tersungkur di kandang sendiri pada leg kedua. Beruntung, modal positif mereka membawa perjalanan mereka ke babak selanjutnya. Dan Athletic Bilbao yang menanti ternyata sangat berbahaya. Di Old Trafford yang terkenal, sang juara Liga Inggris takluk 2-3.

Theater Of Dreams sedikit berubah fungsi menjadi Theater of Nightmare. Untungnya masih ada leg kedua. United butuh setidaknya 2-0 untuk lolos. Dan kandang Bilbao jelas bukan tempat mudah untuk melakukannya. Hanya saja, United punya harapan dan kebiasaan untuk menciptakan keajaiban. Dengan satu catatan: mereka tidak bermain seperti di leg pertama.

Manchester City

Kondisinya sama. Tertinggal dan harus bisa bangkit di leg kedua. Beruntung bagi City, mereka harus melakukannya di kandang sendiri. Etihad Stadium akan menjamu Sporting Lisbon pertengahan pekan mendatang dengan target mengejar defisit 0-1.

Di antara wakil Inggris lainnya, Manchester Biru sebenarnya tidak terlalu buruk. Terutama dengan label peserta baru yang mereka sandang. Di tengah grup neraka Liga Champions, mereka memberikan perlawanan keras -meski akhirnya gagal. Di Europa League, Porto menjadi korban kegananasan mereka.

Kini Sporting Lisbon berhasil memenangi duel perdana. Akan sulit bagi City untuk membalas. Apalagi jika tim tamu datang dengan strategi bertahan total. Namun jika melihat amunisi di dalam skuad tim kaya raya ini, seharusnya memenangi pertandingan dengan selisih dua gol di kandang sendiri bukanlah masalah. Teori yang, tentu saja, butuh pembuktian saat keduanya bertemu nanti.

Setiap wakil Inggris kini punya satu pertandingan yang harus dimenangi untuk membawa mereka melaju lebih jauh dan mencegah keterpurukan nama EPL -dan Inggris tentunya- lebih dalam lagi di Eropa musim ini.

Mampukah? Let's just wait and see.