Avram Grant: Saya Tak Akan Pergi Dan Membiarkan Portsmouth ‘Mati’

08/02/2010

Oleh: Malvino Gladwin Mambu

Manajer Portsmouth saat ini, Avram Grant, mengkalim bahwa menyelamatkan Portsmouth lebih sulit daripada melatih Chelsea. Walaupun demikian, dia tak akan keluar.

Masalah bertubi-tubi datang sejak kedatangannya di klub ini, mulai dari kiris klub dan terlambatnya pihak klub membayar gaji para pemainnya. Sementara Pompey masih haru berhadapan dengan pengadilan tinggi pada hari Rabu.

Lalu ada kisah pemilik klub dan bisnisman dari Hongkong, Balram Chainrai adalah masalah yang keempat dalam enam bulan terakhir.

Sang manajer mengatakan: “Mungkin ini adalah tantangan yang besar karena tak hanya berurusan dengan sepak bola saja.”

“Saat di Chelsea saya harus berurusan dengan tantangan besar, dan kami melakukan hal yang tak seorangpun duga. Di sini, masalahnya berbeda, karena kami tak hanya harus memenangkan pertandingan, kami harus menjaga klub ini agar tetap ‘hidup’.”, lanjutnya.

“Ini bukan tugas saya, karena saya bukan orang keuangan. Tapi saya merasa berhutang kepada kota ini, dan saya harus memikirkan tak hanya diri saya sendiri.”, tutur mantan pelatih Chelsea yang mencetak sejarah, dengan membawa Chelsea ke final Liga Champion untuk pertama kalinya.

Grant hampir keluar ketika pihak klub menjual Younes Kaboul dan Asmir Begovic tanpa sepengetahuannya, namun dia pernah berjanji kepada para fans untuk tetap tinggal.

“Saya telah memutuskan, andai saja meskipun keadaannya berbeda, saya tetap berusaha yang terbaik untuk membuat klub ini lebih baik. Saya tak bisa mengambil keputusan mudah untuk diri saya sendiri. Seumur hidup saya tak pernah hanya memikirkan diri saya sendiri, jadi saya juga harus memikirkan klub ini tentunya.”, jelas pelatih berkebangsaan Israel ini.

“Para pemain memberikan segalanya, dan para penggemar luar biasa. Jadi bagaimana mungkin saya mengatakan kepada mereka bahwa saya akan berhenti sekarang? Saya akan melakukan segalanya, untuk membuat klub ini tetap ‘hidup’.”

Sungguh perbuatan yang mulia, sangat jarang menemukan pelatih yang mempunyai jiwa memiliki seperti yang dimilikinya saat ini. Mudah saja baginya untuk pergi dan tak peduli atas apa yang terjadi pada klub, tapi dia tak melakukannya dan mau menanggung semua beban yang sedang dialami klub saat ini.

Salute!!


Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.