Manchester United 5 - Portsmouth 0
Pilihan menjelang pertandingan ini hanya dua: pesta gol atau kejutan terbesar musim ini. Yang terjadi adalah yang pertama.
Manchester United yang sedang melaju kencang di papan atas menghancurkan Portsmouth, yang menghuni basement klasemen lima gol tanpa balas.
Gol Wayne Rooney, Michael Carrick, dan Dimitar Berbatov ditambah dua gol bunuh diri hadiah dari Pompey, membawa United ke puncak klasemen -setidaknya hingga derby London berakhir nanti malam.
Satu-satunya kejutan yang terjadi di pertandingan ini adalah, United butuh 40 menit untuk mencetak gol pertama mereka.
Beside that? All going's acoording to plan.
Dalam pertandingan yang berlangsung bertepatan dengan peringatan 52 tahun tragedi Munich ini, para pemain tuan rumah melakukan penghormatan yang paling pas untuk pemain United yang tewas dalam kecelakaan pesawat ketika itu.
United mengawali dengan langsung menyerang Pompey secara terus menerus. Johnny Evans berpeluang. Tapi sundulannya hasil crossing Gary Neville masih melebar dari sasaran.
Pompey, yang mengandalkan counter attack -seperti sebagian besar tim yang datang ke Old Trafford, sempat mendapatkan peluang mereka.
Anthony Van Den Borre melepaskan tembakan keras yang masih bisa dihentikan Edwin van Der Sar.
Di sisi lain, Rooney terus berupaya memecah kebuntuan bagi timnya. Setidaknya ia dua kali membahayakan gawang David James. Tapi semuanya masih belum mampu menembus pertahanan Pompey.
Justru tim tamu yang nyaris unggul. Peluang Nadir Belhadji sampai harus di cleared-off-the line oleh Evans. Ia pun kemudian gagal memanfaatkan bola rebound yang datang ke kakinya.
Kemudian, di ujung lapangan yang lain, Berbatov tidak mau kalah. Ia berdiri bebas, dan tembakan jarak dekatnya, entah bagaimana, masih melebar. Usaha keras Neville dan Valencia dalam mengacak-acak pertahanan Pompey pun sia-sia.
But that was a sign.
Karena setelah itu akhirnya United mampu memecah tembok pertahanan tim tamu.
And it has to be Rooney.
Penyerang Inggris yang tidak bisa berhenti mencetak gol ini menyambar crossing Darren Fletcher dengan sundulan jarak dekat. James tidak mampu menahannya. GOL. It's United 1. Pompey 0. The nightmare's begin.
Dan tepat di penghujung babak pertama, United killed Pompey off.
Or it's fair to say that they killed themselves off.
Tembakan Nani dua kali deflected, yap dua kali. Oleh van Den Borre dan kemudian James, untuk akhirnya masuk ke gawang Pompey. 2-0 for United. 3 poin tampak sudah sangat dekat di tangan.
Babak pertama berakhir, United masuk ke ruang ganti dengan keunggulan 2-0.
Dan babak kedua dimulai tepat dengan pace yang sama dengan akhir babak pertama.
United masih bersemangat menyerang. Nani melakukan tembakan yang masih melayang di atas mistar gawang pada menit ke 49. Kemudian, giliran upaya Valencia yang berhasil diselamatkan oleh James.
Tapi empat menit kemudian, James pasti sedikit bertanya-tanya mengenai keberuntungan timnya malam ini.
Tembakan Michael Carrick dari jarak jauh, lagi-lagi mengenai tubuh pemain Pompey. Kali ini Michael Hughes membantu gol tecipta. And it's 3-0 for United. It's a wrapped.
Dan pesta belum berakhir.
Sebelum waktu menujukkan satu jam pertandingan, tuan rumah berhasil mengubah skor menjadi 4-0.
Setelah missed-nya dari jarak begitu dekat dan begitu mudah, Berbatov sepertinya tidak akan mencetak gol.
Justru orang Bulgaria ini mengenai target dalam tembakan yang jauh lebih sulit dan berjarak lebih jauh. Tembakan datarnya -saat para pemain Pompey 'lupa' menjaganya, menembus gawang James untuk yang keempat kalinya.
4-0. Pesta Old Trafford berlanjut.
Para fans United, yang sudah sadar timnya kembali ke puncak klasemen, tetap meminta gol tambahan.
And they got their wish granted.
Bukan dari pemain United tetapi. Menit ke 69, Marc Wilson 'memberi' United gol kelima yang kian menenggelamkan timnya dan membantu selisih gol United di klasemen.
Crossing Patrice Evra dimasukkan olehnya ke gawang sendiri. United 5. Pompey 0.
A five-star performance by the champions.
Sisa 20 menit pertandingan menjadi formalitas. United masih membuat beberapa peluang lagi. Tapi tidak ada yang mengenai sasaran. Termasuk tembakan Mame Diouf -yang masuk menggantikan Rooney.
Peluit panjang berbunyi. It's 5-0. Dan pesta pun berakhir.
Senyum di wajah Sir Alex Ferguson dan anak-anak asuhnya menandai tetap terjaganya rekor baik United. Mereka tetap terbang tinggi dan berpeluang besar mempertahankan gelar untuk keempat kalinya beruntun.
Dan dengan puncak klasemen sudah di tangan, setidaknya tekanan kini berada pada Chelsea. Menang dalam jumlah besar juga sangat membantu. So, all target: achieved!
Di sisi lain, Avram Grant tidak berhenti menggeleng-gelengkan kepala melihat bagaimana anak-anak asuhnya langsung hancur lebur setelah gol pertama tercipta.
Dan di tengah segala masalah di dalam dan di luar lapangan yang menyerang mereka, degradasi tampak semakin mendekat bagi Pompey. Unless, a miracle happen.
Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.
Berita Lainnya
-
09.02.12 13:55
-
09.02.12 13:32
-
09.02.12 13:20
-
09.02.12 13:06
-
09.02.12 08:42







