Tragedi Portsmouth Belum Usai

26/07/2010

Oleh: Pangeran Siahaan

Entah dosa apa yang dilakukan manajemen dan suporter Portsmouth di masa lampau, nasib sial mereka belum berlalu

Musim lalu Portsmouth terdegradasi dari Premiership, dinyatakan pailit secara finansial sehingga kepemilikannya diambil alih, dan dikenai sanksi embargo transfer. Nasib buruk masih terus melanda Pompey rupanya musim ini.

Tur pra-musim mereka ke Amerika Serikat berakhir dengan bencana – hal ini menimbulkan pertanyaaan, ngapain klub miskin dana seperti Portsmouth harus melakoni laga pra-musim jauh-jauh ke Amerika? Mereka dihajar 4-0 oleh DC United. Tidak hanya itu, karena bagasi yang membawa seragam mereka lenyap, Portsmouth harus meminjam seragam away DC United agar bisa bertanding! Keterlaluan!

Kesialan Portsmouth tidak hanya soal jersey, penerbangan mereka pun bermasalah. Perjalanan mereka dari Inggris ke San Diego (tempat laga pra-musim perdana dilakukan) memakan waktu 42 jam setelah penerbangan lanjutan dari Chicago dibatalkan karena cuaca buruk. 42 jam itu hampir dua hari.

Dari sana Portsmouth menempuh perjalanan ke Edmonton, Kanada yang relatif tidak bermasalah. Tapi lagi-lagi masalah yang sama kembali menerpa. Mereka lagi-lagi tertahan selama 27 jam di Chicago dalam perjalanan menuju Washington karena pesawat tidak bisa lepas landas akibat badai.

Karena penerbangan tertunda, mereka tidak bisa berlatih selama 3 hari dan baru tiba di Washington tepat pada hari pertandingan, hanya beberapa jam sebelum kickoff. Para pemain Porstmouth hanya tidur 4 jam sebelum pertandingan. Dalam perjalanan menuju Washington itulah 14 bagasi skuad Portsmouth lenyap, salah satunya memuat jersey mereka.

Dari segi pemain pun Portsmouth bermasalah. Mereka hanya punya 5 bek: 3 bek veteran dan 2 pemain uji coba. Dua di antara mereka harus dipulangkan karena cedera sementara kiper Jon Stewart diperkirakan juga menderita cedera.

Setiba di Washington, Portsmouth disambut oleh temperatur cuaca 38 derajat Celsius, temperatur tertinggi di Amerika Serikat tahun ini. Para pemain Portsmouth yang sehari-hari terbiasa dengan udara dingin di Inggris pun tersiksa di lapangan.

Saat pertandingan berjalan, kiper Jamie Ashdown harus ditarik keluar karena cedera sedang Hayden Mullins diusir wasit karena berkelahi dengan pemain DC, Santino Quaranta dalam pertandingan yang berstatus persahabatan ini. Quaranta meludahi Mullins dalam insiden tersebut.

Portsmouth tentu berharap ini adalah titik kesialan mereka yang tertinggi karena dengan minimnya pemain dan kualitas, bersaing di Championship Division saja pun rasanya mereka akan kesulitan.

Mungkin Portsmouth perlu melakukan upacara syukuran untuk menolak bala.


Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.