Arsenal vs Burnley: Are The Gunners A Target?
2006 -Abou Diaby, 2008 -Eduardo, 2010- Aaron Ramsey. 3 Insiden cedera yang parah, bahkan dicap terlalu grafis oleh saluran penyiar tayangan pertandingan BPL untuk diperlihatkan rekaman ulangnya. Menjelang pertandingan melawan Burnley, apakah benar Arsenal menjadi sasaran tembak tim-tim yang mengandalkan permainan fisik?
Menurut Arsene Wenger, maka jawabannya ya.
Arsitek berjuluk Profesor tersebut tidak percaya bahwa tiga insiden cedera patah kaki dalam rentang waktu 4 tahun sekedar kebetulan. Menurutnya strategi yang dihadapi tim-tim yang tidak mampu mengimbangi Arsenal dalam hal permainan bola sederhana: hentikan Arsenal bermain dengan segala cara, hingga yang brutal sekalipun.
K
apten Cesc Fabregas menyetujui pendapat pelatihnya. Lebih lanjut lagi, playmaker Catalan tersebut meminta adanya perlindungan yang lebih dari wasit-wasit BPL terhadap Arsenal. Keduanya bersikukuh bahwa Arsenal adalah tim yang paling sering dikasari, walaupun data Opta Arsenal di skysports menyatakan bahwa Arsenal justru adalah tim ke-4 yang paling banyak dikasari dengan 382 kali pelanggaran. Angka tersebut malah menempatkan mereka dibawah Hull City dan Everton, 2 tim yang justru terkenal dengan permainan fisik yang alot.
Lalu bagaimanakah, reaksi Burnley yang akan bertamu ke Emirates terhadap klaim-klaim semacam ini?
Merujuk pada insiden patah kaki Ramsey dalam pertandingan Stoke-Arsenal minggu lalu, dengan jelas pelatih Burnley, Brian Laws mengatakan bahwa meskipun cedera tersebut sangat parah, tekel yang dilakukan Ryan Shawcross tidak mengandung niat buruk sama sekali, tetapi terjadi secara tidak sengaja. Laws juga menambahkan, tidak masalah menghadapi Arsenal dengan bermain fisik secara alot, karena sepakbola memang olahraga fisik, dan selama tidak keluar dari rambu-rambu peraturan, maka gaya permainan yang mengandalkan fisik sah-sah saja.
Lebih lanjut lagi, bek Leon Cort yang
nantinya pasti akan berjibaku langsung dengan penyerang-penyerang Arsenal mengatakan bahwa Burnley tidak akan setengah-setengah dalam memberikan perlawanan fisik. Senada dengan pelatihnya, Leon mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan Arsenal adalah dengan tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan permainan; to get in their faces. "Bila Arsenal dibiarkan untuk mengoper bola sesuka hati, efeknya bisa fatal bagi tim manapun yang bermain melawan mereka", tambah Leon.
Pernyataan-pernyataan ini mengindikasikan bahwa Arsenal akan diuji lagi melawan tim yang bermain dengan gaya yang tidak mereka sukai.
Dengan demikian, pertanyaan yang tersisa adalah, apakah Arsenal akan terus mengeluh menjadi sebuah sasaran tembak tim-tim 'kasar', atau justru, seperti nama mereka, kembali 'menembak jatuh' tim-tim 'kasar' tersebut?
Kita nantikan saja Sabtu nanti, pukul 22.00 WIB di Emirates.
Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.
Preview Lainnya
-
06.02.12 14:58
-
05.02.12 10:54
-
05.02.12 10:09
-
04.02.12 08:10
-
01.02.12 08:56







