Glazers, Red Knights, MUST, and Man Utd Takeover Issue

10/03/2010

Oleh: Pangeran Siahaan

David Beckham akan kembali ke Old Trafford nanti malam, tapi mungkin ia tidak akan mengenali lagi warna yang terdapat di sekeliling stadion yang sempat menjadi rumahnya tersebut.

Syal merah yang dahulu memastikan loyalitas suporter Manchester United akan tenggelam oleh lautan hijau dan emas, warna Newton Heath, klub cikal bakal United yang dibentuk sebagai tim pekerja rel kereta Lancashire dan Yorkshire pada tahun 1878, yang digunakan oleh para suporter sebagai lambang perjuangan menentang kepemilikan keluarga Glazer yang bertanggung jawab merubah United dari klub terkaya di dunia menjadi yang paling banyak hutang.

Menurut laporan internal kemarin, ribuan fans merencanakan boikot 10 menit pertama pertandingan United melawan Milan, yang akan menyebabkan bangku-bangku kosong tersorot ke kamera sebagai sebuah bentuk demonstrasi visual terhadap Glazer.  Pihak utama yang berada di balik gerakan hijau dan emas ini, Manchester United Supporter Trust (MUST), menyangkal akan menerapkan plot tersebut walaupun mungkin akan digunakan untuk pertandingan lainnya.

Terlepas dari apakah protes tersebut benar-benar akan berjalan malam ini, jelas bahwa United sekarang terbagi antara suporter yang berada di satu sisi dengan pemilik yang dibenci di sisi satunya lagi. Yang berada di tengah-tengah adalah Sir Alex Ferguson dan para pemain.

Telah terjadi pertentangan dalam suporter United sejak kedatangan Malcolm Glazer dan keluarganya pada musim panas 2005. Kontras dengan kepemilikan Roman Abramovich dan Sheikh Mansour di Chelsea dan Man City yang dipandang membawa banyak benefit bagi kedua klub tersebut, kepemilikan Glazer dinilai hanya memberikan sedikit keuntungan bagi United. Diperlukan penjualan Cristiano Ronaldo sebesar 80 juta Pounds untuk merubah rugi menjadi profit dalam neraca United.

Banyak suporter yang menjauh dari klub yang mereka cintai karena kenaikan harga tiket yang drastis. Dahulu tiket terusan hanya 487 Pounds per musim, sekarang naik hingga 722 Pounds per musim. Hal ini menyebabkan tiket terusan yang biasanya menjadi barang langka menjelang awal musim dapat ditemui di pasaran pada musim panas silam.

Pembelian klub secara privat merupakan prosedur yang biasa dalam dunia bisnis, tapi bagi para suporter United, hal tersebut memberikan bahaya yang tidak perlu bagi masa depan klub. Hutang klub mencapai 716 juta Pounds yang 41,9 juta Pounds diantaranya telah dibayar akhir tahun kemarin. Hutang telah direstrukturisasi pada bulan Januari kemarin melalui penjualan bond issue sebesar 500 juta Pounds. Tapi bunga pinjaman klub yang mencapai 14,25 % dan diprediksi baru dapat lunas pada tahun 2017 adalah hal yang mengerikan.

Chief Executive MUST, Duncan Drasdo mengatakan, ”Ini adalah sebuah kenyataan yang sederhana. Jika anda memperhatikan benar efek dari kepemilikan mereka terhadap United, sejumlah besar uang telah lenyap dari klub dan akan lebih banyak lagi yang hilang pada tujuh tahun ke depan jika mereka tetap berada di sini. Ini adalah hal yang merusak fondasi finansial United.”

Pertentangan suporter United terhadap Glazer didukung oleh kemunculan konsorsium Red Knights yang berencana membeli klub dari tangan Glazer. Red Knights terdiri dari beberapa ekonom pecinta Man United yang sedang mencari kemungkinan mendapatkan dana 1 Miliar Pounds untuk menegosiasikan pembelian klub dari tangan Glazer. Yang tergabung di dalam Red Knights adalah Chief Executive Seymour Pierce, Keith Harris, Senior Partner Freshfields Bruckhaus Deringer, Mark Rawlinson, Chairman Marshall Wace, Paul Marshall, dan Jim O’Neill, Kepala Riset Ekonomi Global Goldman Sachs, yang kebetulan teman dekat Sir Alex Ferguson.

Red Knights melebarkan pencarian dana tersebut ke Asia. Advisor finansial mereka, Nomura, adalah bank investasi terbesar di Jepang dan bersiap untuk menjaring investor super kaya dari Asia mulai pekan depan. Red Knights juga akan mengumumkan pada beberapa hari ke depan bahwa mereka telah secara formal merekrut Nomura sebagai penasehat mereka dalam rencana pembelian United. Hubungan dan koneksi top yang dimiliki Nomura di Asia adalah alasan utama di balik penunjukan mereka.

Asia adalah pasar terbesar United dan menurut riset setidaknya 40 juta suporter United terdapat di region termasuk termasuk Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Walaupun begitu, fokus utama bagi Guy Dawson, yang memimpin Nomura dalam proyek ini, adalah untuk mencari sebanyak-banyaknya investor yang bisa memberikan kontribusi 5 hingga 20 juta Pounds untuk mendanai Red Knights. Sejauh ini Glazer tidak menunjukkan sedikit pun niat untuk menjual United, tapi ada rumor bahwa mereka mulai mengalami gangguan finansial.

Red Knight mengatakan kemarin, “Kami tidak ingin mengecewakan Glazer. Kami ingin berdialog dengan mereka untuk membeli klub ini. Tapi jika rumor mengenai gangguan finansial mereka itu benar, maka ini adalah saat yang tepat bagi mereka untuk menjual.”

Pertandingan nanti malam melawan AC Milan adalah yang pertama di Old Trafford sejak berita rencana Red Knights merebak pekan lalu. Hal tersebut menjadi katalis bagi meningkat pesatnya jumlah anggota MUST, yang dibentuk sebagai jawaban langsung atas kedatangan Glazer dan telah secara publik mengumumkan dukungan mereka terhadap Red Knights. Kedua pihak telah duduk bersama untuk membahas rencana ke depannya.

Sebagaimana lazimnya, perjuangan MUST dan Red Knights ini membutuhkan banyak volunter, tapi dengan jumlah volunter yang meningkat pesat dari 34.000 di Januari menjadi 125.000 kemarin malam, maka organisasi ini telah menjadi cukup besar untuk berdiri sendiri.

Bila dinilai dari penjualan scarf hijau dan emas yang dijajakan di pelataran Old Trafford, bisa ditarik kesimpulan bahwa keinginan untuk mengganti kepemilikan United tidak pernah kurang sedikut pun. Seorang penjual, Sammie Simpson, mengatakan bahwa ia menjual lebih banyak scarf hijau dan emas dibanding scarf merah.

Ian Morris, seorang pemegang tiket terusan Old Trafford yang telah mendukung United selama 47 tahun mengatakan, “Kepemilikan klub ini telah merubah hal lebih buruk sejak Beckham pergi. Mereka yang memiliki klub ini tidak memiliki hubungan emosional dengan United. Bahkan para investor klub ini sebelumnya adalah suporter United. Bisa saja kami terus mendukung United dan mengacuhkan para pemilik. Tapi Glazer begitu mengganggu sehingga kami tidak bisa mengacuhkan mereka. Saya telah meletakkan warna merah tradisional dan sekarang saya mengenakan hijau dan emas pada pertandingan kandang dan tandang.”

Bagi Ferguson, situasi ini menempatkannya dalam posisi yang membingungkan karena ia berada di antara persahabatannya dengan para anggota Red Knights dan komitmennya kepada para pemilik klub. Tapi Fergie menanggapi hal tersebut dengan diplomatis, “Saya yakin, apakah anda mengenakan warna merah atau hijau-emas, kami akan bersatu dan berbicara dengan satu suara untuk memastikan kita semua melalui ini dengan selamat.”

Tapi Drasdo kembali menukas, “Semua orang bisa merasakan bahwa ada momentum yang tidak bisa terbendung sedang terbentuk di sini. Saya tidak bisa melihat bahwa Glazer akan mampu menepisnya.”



Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.