• berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion

Bisakah Tibo?

Bakal bersinarkah dia bersama timnas PSSI pimpinan Djohar?

Titus Bonai akhirnya memutuskan hengkang dari Persipura Jayapura, tim yang telah membesarkan namanya. Pemain yang memikili nama pleno Titus Jhon Londouw Bonai rela tak lagi memperkuat Mutiara Hitam di pentas ISL 2011/2012 demi bergabung dengan tim nasional PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. Kepastian Tibo, demikian kelahiran Jayapura, 4 Maret 1989, disapa, bergabung bersama timnas tak lagi sekadar rumor. "Dia sudah bergabung dengan timnas senior dan mengikuti pemusatan latihan di Yogyakarta", kata Fabio Olivera, asisten pelatih timnas senior.

Sebelumnya, tak satu pun yang tahu di mana keberadaan Tibo. Manajemen Persipura sendiri kelimpungan, karena Tibo sudah hampir satu setengah bulan tak menunjukkan batang batang hidungnya. Tibo absen dalam beberapa partai, baik tandang maupun kandang. PSSI, dalam hal ini manajer timnas senior Ramadhan Pohan, Benhard Limbong, dan Bob Hippy juga bungkam soal eksistensi Tibo. Barulah kemarin Selasa (8/4), Febio Olivera menyatakan secara resmi kalau Tibo sudah bergabung bersama timnas senior. Seperti diketahui, timnas senior yang diarsiteki Nil Maizar akan terbang ke Palestina, guna bertarung di Turnamen Internasional Al-Nakbah, 13 sampai 23 Mei 2012. Dan Tibo diharapkan bisa memberikan warna dalam tim, mengingat sebagian besar materi yang dimiliki Nil Maizar minim jam terbang, tak hanya di klub, tapi juga di pentas internasional.

Pertanyaanya, bisakah Tibo? Tibo bermain cemerlang di SEA Games tahun lalu. Aksinya memukau jutaan pecinta sepak bola di seluruh Indonesia. Kala itu, Tibo ditopang sederet pemain muda yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi, di antaranya Patrich Wanggai, Egi Melgiansyah, Oktovianus Maniani, Mahardiga Lasut, dan Hasyim Kipuw. Tibo yang berperan sebagai penyerang membawa Indonesia lolos ke final SEA Games, setelah 1997. Sayang, di partai penentu, Tibo dan kawan-kawan harus mengakui kehebatan Malaysia. Indonesia kalah adu penalti.

Turnamen Internasional Al-Nakbah memang tak sementereng SEA Games, setidaknya bagi rakyat Indonesia. Akan tetapi, hasil buruk yang dipetik Indonesia kala melakoni laga akhir di putaran babak penyisihan Pra Piala Dunia zona Asia di Bahrain beberapa waktu lalu menjadi 'alarm' bagi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. Kekalahan 0-10 dinilai sebagai sesuatu yang tak pantas, juga penghinaan, serta menjadi catatan kelam timnas di masa mendatang. PSSI memang tak menargetkan juara di ajang ini, mengingat Indonesia bersaing dengan tim-tim kuat seperti Irak, Uzbekistan, Kurdistan, Vietnam, Sri Lanka, Tunisia, Jordania, Pakistan, Mauritania serta Palestina sebagai tuan rumah. Akan tetapi, janganlah ini dijadikan alasan jika sekiranya Indonesia harus angkat koper lebih dulu lantaran gagal di babak penyisihan. Apalagi di rilis ranking FIFA terbaru per 9 Mei, Indonesia masih terpaku di peringkat 151.

Sesungguhnya, Turnamen Internasional Al-Nakbah tak hanya pekerjaan rumah (PR) bagi PSSI, tapi juga Tibo. Masuknya Tibo, diharapkan bisa mempertajam lini depan tim "Merah Putih". Harus diakui, tiga striker yang dipersiapkan dari awal, Joshua Pahabol, Syamsul Arif, dan M Rahmat, belum jaminan mutu di pentas internasional. Maka dari itulah, PSSI berharap banyak kepada Tibo.

Pertanyaannya, bisakah Tibo?

BERITA TERKAIT

Trio Papua tak Ikut ke Brunei

September 26, 2012

Tibo Tersingkir dari Timnas

September 18, 2012

Tibo, Akhirnya Nongol Juga

September 08, 2012

Jangan Bikin Kecemburuan

September 07, 2012