Beratnya Hidup Milan Tanpa Ibrahimovic

February 7, 2012 oleh Muhammad Rezky Agustyananto
Dilihat sebanyak 22 Kali

Zlatan Ibrahimovic akhirnya lagi-lagi melakukan hal yang bodoh dengan menampar Salvatore Aronica di babak kedua laga antara AC Milan melawan Napoli pada hari Minggu kemarin (5/2). Hal tersebut membuat wasit yang memimpin pertandingan memberikan kartu merah langsung kepada Ibra setelah sebelumnya berkonsultasi dengan hakim garis yang melihat kejadian tersebut. Dan kini, Ibra pun harus absen dalam tiga pertandingan, dan sialnya, bukan pertandingan-pertandingan yang mudah bagi Milan. Pasalnya, Milan harus menghadapi Udinese, Cesena, dan Juventus, ketika Ibra absen nanti.

Kecuali melawan Cesena yang kini terpuruk di zona degradasi, laga melawan Udinese dan Juventus bukanlah laga yang mudah, bahkan, bisa dibilang dua laga ini bisa menentukan langkah Milan untuk meraih gelar juara. Dan absennya Ibra jelas merupakan sebuah kesialan terbesar bagi Milan.

Hingga saat ini, Milan merupakan runner up dalam tabel Capocannioniere dengan 15 gol, hanya kalah satu gol dari striker veteran Udinese, Antonio Di Natale. Gawatnya, lima belas gol Ibra tersebut bahkan lebih dari sepertiga jumlah gol Milan di liga musim ini, yang mencapai 43 gol. Hal ini saja sudah menunjukkan betapa krusialnya peran Ibra bagi Milan, apalagi Ibra juga sudah menyumbangkan enam assist bagi Milan musim ini. Karena itu, tak berlebihan apabila kemudian muncul kata Ibradipendenza, yang berarti kebergantungan terhadap sosok Ibrahimovic.

Dengan 15 gol tersebut, Ibra tercatat telah mencetak gol dalam 67 persen penampilannya di liga musim ini, yang menurut Rob Paton dari Football Italia, bahkan lebih tinggi daripada Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sekalipun. Musim ini, Ibra memang luar biasa, bahkan bisa dibilang musim terbaiknya di Serie A sejak datang bersama Juventus bertahun-tahun yang lalu.

Milan dipastikan akan kesulitan mencari pengganti Ibra. Sialnya, striker-striker lain yang dimiliki Milan seperti malah memberikan penampilan yang sama sekali tidak mengesankan musim ini. Sebut saja misalnya, Robinho. Sejauh ini, striker asal Brasil ini baru mencetak tiga gol di Serie A, jauh dari pencapaiannya musim lalu yang mencapai 14 gol. Alexandre Pato bahkan lebih memalukan lagi. Selain kerap absen karena cedera, Pato sejauh ini baru menyumbangkan satu gol untuk Rossoneri!

Menyedihkan memang. Bahkan gelandang Milan seperti Antonio Nocerino dan Kevin-Prince Boateng jauh lebih produktif daripada dua striker asal Brasil tersebut. Nocerino sejauh ini sudah mencetak tujuh gol, sementara Boateng sudah mencetak empat gol bagi Milan.

Lalu bagaimana dengan striker baru Milan, Maxi Lopez? Well, sulit diharapkan. Meski disebut memiliki kualitas yang bagus, striker asal Argentina yang dipinjam hingga akhir musim ini dari Catania sejauh ini baru menciptakan tiga gol di Serie A. Ditambah dengan perlunya masa adaptasi Lopez di Milan, sulit bagi Massimiliano Allegri untuk mengharapkan Lopez bisa menjadi pengganti yang sepadan bagi Ibra.

Kenyataannya, ketika Ibra tak memperkuat Milan di laga melawan Lazio, Milan benar-benar kesulitan membobol gawang Biancoceleste dan akhirnya harus kalah dengan skor 2-0. Lalu bagaimana nasib Milan untuk menghadapi Udinese dan Juventus? Ditambah dengan badai cedera yang tengah menghantam Milan, absennya Ibra layaknya sebuah bencana besar bagi Rossoneri.

Allegri kini harus memutar otak untuk mengetahui formula yang tepat agar Milan tetap bisa “hidup” tanpa Ibrahimovic. Mempercayakan Maxi Lopez? Mendorong Nocerino untuk menjadi gelandang serang dan banyak maju menerobos ke dalam kotak penalti? Berharap Stephan El Shaarawy mampu menampilkan aksi memikat plus membobol gawang lawan?

Kita nantikan saja.