Lupakan sejenak persaingan Real Madrid dan Barcelona dalam perburuan poin. Selisih tujuh angka bakal disikapi Jose Mourinho dengan bijak. El Real kini tak hanya nyaman di pucuk classica, namun juga mengincar rekor gol. 70 gol dalam 20 pertandingan, bukan tak mungkin The Special One yang dilabeli sepakbola bertahan bakal mengantarkan Los Blancos menjadi klub terproduktif La Liga sepanjang masa.

Syaratnya cuma satu. Menang demi raihan trofi La Liga, mencetak gol banyak demi rekor tersebut. Tak peduli sudah enam kali gawang Iker Casillas kebobolan terlebih dahulu. Punggawa lini tengah dan depan Madrid masih cukup tenang untuk mengembalikan keadaan. Bahkan kalau perlu, pemain semodel Marcelo boleh untuk maju ke depan dan mencetak gol. Tak aneh jika Mou beberapa kesempatan meletakkan gelandang serang Turki Hamit Altintop di posisi aneh, bek kanan.
Melawan Getafe, duel ini layak dilabeli derby Madrid meski kalah kinclong dengan Atletico. Di pertemuan pertama 10 September silam, publik Bernebau cukup gembira dengan raihan skor 4-2. Meski cuma mampu mengais sebiji gol, Cristiano Ronaldo terus menjaga trend kala bersua Getafe. Mundur ke belakang, masih di Bernabeu di musim 2010/2011, empat gol tanpa gawang San Iker ternoda, Cristiano mendapatkan tiga golnya. Hattrick tersebut meneruskan dwigol di dua pertemuan sebelumnya. Total, Cristiano telah membobol gawang Gefate sebanyak 8 gol dari 4 partai.
Sabtu (4/2) malam nanti, masih tanpa Angel di Maria, Cristiano dipastikan menjadi penggedor utama Los Blancos. Menarik menunggu apakah Mesut Oezil dan Riki Kaka kembali dipasang berbarengan. Jika iya, penampilan keduanya yang sedang menanjak naik, bukan tak mungkin bakal memberi kita tontonan sepakbola agresif mematikan. Berharap gol besar, sepertinya boleh juga.