• berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion

Perjalanan Sang Kapten Buffon Di Timnas Italia

Gianluigi Buffon adalah salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Italia, saat ini ia membela klub dengan prestasi terbaik di negaranya, Juventus.

Buffon adalah salah satu contoh kiper yang punya karir hebat, ia digadang-gadang sebagai kiper yang paling dominan dan juga sukses sepanjang sejarah. Pele bahkan pernah mengatakan bahwa Buffon adalah salah satu dari 125 nama pesepak bola terhebat yang pernah ada di dunia.

Delapan kali terpilih menjadi kiper terbaik di Serie A mungkin adalah salah satu alasannya, ia juga pernah menjadi kiper terbaik di dunia sebanyak empat kali, dan merupakan kiper abad ini versi IFFHS (International Federation of Football History & Statistic).

Setelah mengawali karirnya di sekolah sepak bola Parma pada 1991 silam, ia memasuki karir professional pada 1995 silam. Enam tahun memperkuat Parma senior, ia diboyong oleh Juventus sekitar sembilan tahun silam.

Penampilan perdananya untuk timnas senior Italia adalah pada 1997 silam, di usianya yang masih sembilan belas tahun. Ia pernah menggantikan Gianluca Pagliuca yang cidera di babak kualifikasi Piala Dunia 1998, saat menghadapi Rusia di Moscow. Karena tampil cukup memuaskan, ia diboyong ke putaran Piala Dunia 1998, namun tak sekalipun bermain, karena Pagliuca adalah kiper utama Italia saat itu.

Buffon baru menjadi pilihan utama di babak kualifikasi Euro 2000, dan saat ingin diturunkan di putaran final Euro 2000 ia mengalami patah tangan di pertandingan pemanasan menghadapi Norwegia, hanya beberapa hari sebelum Italia menjalani laga perdana menghadapi Turki. Francesco Toldo pun mengambil perannya sebagai kiper utama saat itu.

Toldo tampil cukup impresif di Euro 2000, terlebih saat Italia berhasil menang di semi final dan bisa melaku ke partai puncak. Akibatnya, Toldo tetap mempertahankan posisinya di posisi utama saat Italia menjalani kualifikasi Piala Dunia 2002.

Buffon tak kehilangan satu menit pun untuk Italia selama Piala Dunia 2002, ia berhasil clean sheet saat menghadapi pertandingan perdana menghadapi Ekuador. Ia juga sempat menjadi penyelamat saat harus menghadapi Italia di 16 besar, namun Italia tetap harus tersingkir dari turnamen saat itu.

Di Euro 2004, Buffon kembali dipercaya menjadi kiper utama. Namun secara mengejutkan Italia tak lolos dari fase grup karena perbedaan gol, di pertandingan lainnya di grup yang sama Denmark dan Swedia hanya bermain imbang 2-2.

Buffon bersinar di Piala Dunia 2006, ia hanya kebobolan dua gol dan berhasil mencetak lima clean sheet. Dua gol yang bersarang di gawangnya saat itu dicetak oleh rekan setimnya sendiri, Cristian Zaccardo, yang mencetak gol bunuh diri saat menghadapi Amerika Serikat, dan juga gol penalti Zinedine Zidane yang membuat skor final berakhir 1-1. Italia menjadi juara dunia setelah menang di adu tendangan penalti, mereka berhasil membalas kekalahan dari Piala Eropa 2000 atas Perancis di partai final.

Di Piala Dunia 2010, Buffon harus ditarik keluar saat turun minum di pertandingan perdana saat menghadapi Paraguay, karena mengalami cidera. Ia tak tampil lagi memperkuat Italia saat itu, sampai mereka tersingkir.

Setelah Fabio Cannavaro pensiun, Buffon dipercaya menjadi kapten timnas. Pada 9 Februari 2011 ia kembali dari cidera dan bermain untuk pertama kali sebagai kapten, saat Italia berhadapan dengan Jerman di pertandingan persahabatan di Dortmund.

Buffon kini kembali memimpin negaranya di Polandia dan Ukraina, ia berhasil menjaga gawangnya dari kebobolan di pertandingan terakhir babak grup saat menghadapi Republik Irlandia. Di babak perempat final ia menjadi penyelamat ketika berhasil menahan tendangan penalti Ashley Cole di adu tendangan penalti. Di semi final menghadapi Jerman, Buffon juga berhasil melakukan beberapa penyelamatan penting. Italia pun lolos ke babak final setelah menaklukkan anak asuh Joachim Low dengan skor 2-1.

Italia akan menghadapi sang juara bertahan di partai puncak. Dan Buffon ingin mencetak sejarah baru dengan mengangkat trofi yang belum pernah ia menangkan ini di Kiev besok, tentu saja jika berhasil mengalahkan Spanyol.